Bertempat di Aula lt III Kantor Pusat GKPA, pada hari Senin 15 Agustus 2011 diadakan Serah Terima Jabatan antara Pucuk Pimpinan periode 2006-2011 dengan Pucuk Pimpinan periode 2011-2016. Juga termasuk serah terima jabatan antar Kepala Biro, yang disaksikan Majelis Pusat di daerah pelayanan distrik I,BPP serta seluruh pegawai Kantor Pusat dan juga keluarga.

Ephorus GKPA, Pdt. Adolf B. Marpaung, MTh, bersama-sama dengan Sekjend Pdt. TS Simatupang, MTh, sesaat setelah menerima secara resmi berkas serah terima jabatan, kemudian langsung  mengangkat Kepala Biro yakni masing-masing Kepala Biro I Pdt. Yuntro P. Siregar, STh yang dulunya Praeses Distrik III yang menggantikan Pdt. RSN Harahap, Mth yang mutasi ke Resort Medan Barat, Biro II diangkat St. R Pasaribu yang sebelumnya bendahara sekolah Abdi Masyarakat menggantikan Pdt. AHJ Sibarani, STh yang akan menjadi Praeses Distrik III, Biro III Pdt. R. Siregar, M.Min yang sebelumnya  pendeta resort Marancar menggantikan Pdt. JP Matondang, MTh yang menjadi Praeses Distrik IV, dan Ojagan Sagala menjadi Biro IV menggantikan posisi Drs. D. Harahap yang memasuki masa pensiun. SedangkanPdt. PH Harahap, STh, sekjend periode 2006-2011 melanjutkan pelayanan yang baru di Panti Asuhan Debora Silangge, Sipirok.

Selamat dan salam semangat melayani….

Dalam rangkaian synode Am XVII GKPA yang dihelat sejak tanggal 13 s/d 16 Juli2011, telah terpilih pucuk pimpinan baru GKPA. Synode, yang memunculkan nama calon langsung oleh synodestan sepakat dengan pemungutan suara memilih Pdt. Adolf Bastian Marpaung, MTh ebagai Ephorus dan Pdt Togar Satria Simatupang, MTh sebagai sekretaris jenderala, serta 4 (empat ) orang Praeses yakni Pdt Josep P. Matondang, MTh (sebelumnya Kepala Biro III Kantor Pusat), Pdt. Agus Hot James Sibarani, STh (sebelumnya Kepala Biro II Kantor Pusat), Pdt. RBB Simanjuntak STh (sebelumnya pendeta resort Simanosor), dan Pdt. Saud Abednego Sigalingging, STH (sebelumnya Pdt. Resort Pangkalan Berandan).

Disamping memilih Pucuk Pimpinan baru dan Praeses, synode ini juga bertugas memilih para utusan jemaat menjadi Majelis Pusat yang berasal dari kalangan pendeta (4 orang), unsur awam (9 orang), kategorial masing-masing satu dan prerogratif Pucuk Pimpinan 2 orang. Khusus untuk naposobukung GKPA, synode ini memilih rekan Ezra Ervinawati Naingolan, SE ketua Umum P3N GKPA untuk menjadi Majelis Pusa mewakili unsur pemuda. Sedangkan utusan pemuda di Majelis Pusat periode lalu, rekan Bonardo AP Marpaung, terpilih kembali menjadi Majelis Pusat dari unsur awam. Hal ini tentunya harus menjadi penyemangat bagi kaum muda bahwa suara mereka akan lebihdidengungkan melalui kemajelisan tertinggi di Synode kita ini.

Selamat serta sukses untuk pemimpin dan sekaligus menjadi Pelayan Tuhan di GKPA di periode ini.

 

 

Bertempat di Kantor Pusat GKPA, pada Selasa 05 Juli 2011 diadakan rapat final sebelum kegiatan dilangsungkan pada esok harinya. Kelompok Kerja yang dibentuk mematangkan berbagai hal yang menjadi acuan kegiatan.Semoga kegiatan youth bible camp ini menjadi kesukaan bagi kita semua!

Tampak depan Sioban Barita GKPA edisi 10 untuk Juli Agustus 2011 memunculkan wajah-wajah para Ephorus HKBPA-GKPA pada periode awal sampai sekarang. Mulai dari wajah Pdt M.Pakpahan, Pdt. ZS Harahap, Pdt. GP Harahap, Pdt B. Matondang, Pdt SP Marpaung sampai dengan Pdt AL Hutasoit.Photo-photo ini juga terpampang jelas di ruangan Ephorus kita di Kantor Pusat. Merekalah para putra terbaik pilihan organisasi gereja kita yang melayani hingga gereja ini menapak pada usia 36 tahun. Dengan usia yang sudah kepala tiga tentu pemahaman organisai pelayanan ini sudahlah pada tahap yang matang dan semakin mantap untuk melayani.
Namun, sejarah mencatat pada periode Pdt ZS Harahap, HKBPA yang manjae dari HKBP na Bolon i mendapat tantangan yang sungguh luar biasa di tingkatan synode dan akhirnya merambat pada jemaat-jemaat. Patut kita jujur, dan memang sejarah haruslah menjadi hal yang terang benderang, pada periode ini HKBPA menjadi dua. Sesuai almanak GKPA, terjadi pada 10 Mei 1982, dimana satu pihak mengklaim menjadi tetap HKBPA dan pihak yang satu lagi menjadi GPA, singkatan dari Gereja Protestan Angkola. Dan patut diketahui, semangat panjaeon 1940 dan dilanjutkan realisasinya tahun 1975 tetaplah menjadi semangat dalam dua organisasi gerejawi ini. HKBPA tetap dalam koridor aturan main yang diyakininya, demikian juga GPA dalam kerangka aturan yang juga diamininya.
Pergolakan ini sedikit banyak ini menjadi hal yang membuat energi semakin terkuras dalam melayani di luat Angkola ini. GPA dalam pelayanannya menjadi gereja mandiri, mempunyai Ephorus, Sekjend dan perangkat gerejawi lainnya. HKBPA juga tetap melakukan hal yang sama. HKBPA tetap menumbuhkembangkan firman Tuhan, demikian juga GPA. Dua organisasi gereja ini, tentunya tidak bisa dilepaskan dari sejarah kita. Benturan-benturan yang memunculkan friksi ini seharusnya dapat menjadi pelajaran sejarah, dan bukan berusaha untuk mendegradasikan para pihak. Tidak bisa kita anggap bahwa apa yang telah dilakukan oleh GPA dalam perjalanan organisasinya adalah perjalanan di GPA saja. Bagaimanapun juga, GPA adalah bagian integral dari proses panjaeon HKBPA 1940 dan 1975.
Berjiwa besarnya para pemimpin kita, melalui naskah penggabungan HKBPA dan GPA dalam wadah GKPA, sesuai dengan yang tertulis di almanak GKPA patut diapresiasi para GKPAwan sekarang ini. St. MP Siregar, dalam penuturan lisannya, yang ketika itu menjadi salah satu pegawai keuangan di Kantor Pusat HKBA menceritakan betapa luar biasanya penyertaan Tuhan ketika beliau dimintakan untuk menggaet kembali para tokoh kedua gereja ini, agar dapat bersama-sama kembali, rujuk kembali, dan akhirnya memang terwujud. Beberapa kali ibadah bersama di gereja HKBPA dan GPA dilakoni beliau bersama-sama tokoh-tokoh GPA dan HKBPA. Mulai dari daerah Tano Tombangan, Sibaruang dan malah sampai di Bunga bondar Sipirok. Di Bungabondar, Pdt. GP Harahap, Ephorus HKBPA dan Pdt.MP Marpaung, Ephorus GPA bersama-sama hadir pada hari Kamis ketika ada sermon Ina Parari Kamis ketika itu. Sungguh, itu karena berkat Tuhan semata.
Akhirnya 1998 menjadi tahun rekonsiliasi HKBPA dan GPA yang melebur dalam GKPA. Sungguh penanganan konflik yang luar biasa dalam pemahaman siapa pun, ketika ego masing-masing pihak dapat dikesampingkan untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan Patanakkon Hata Ni Debata tu Luat Angkola.
Namun, kembali ke penghargaan dan pelajaran sejarah, GPA seolah terlupa dan tidak terekam dalam jejak sejarah di almanak kita. Kalau kita perhatikan almanak GKPA, seolah-olah GPA tidak melakukan aktivitas apapun dlam masa-masa tersebut. Tidaklah mungkin, sejak 1982 sampai dengan 1988, tidak ada kegiatan pelayanan yang dilakukan GPA. Tidaklah mungkin ada jemaat yang tidak berkembang. Tidaklah mungkin organisasi gereja ini tidak bertumbuh dan melakukan kegiatannya. Kita tentu hakul yakin semua jejak rekam ini pasti ada. Almanak GPA tentunya dan seharusnya dapat menjadi sumber tertulis dalam menjelajah kembali sejarah tersebut. Kalau pun tidak ada, para pendeta kita yang dulunya melayani di GPA  dan masih aktif serta masih ada sampai sekarang dapat menjadi saksi hidup dan sebagai temapt penelusuran akan hal tersebut. Mereka dapat menjadi narasumber ketika sumber tertulis tentang masa 82-88 di GPA ,sulit untuk didapat.
Kembali ke halaman sampul Sioban Barita kita edisi 10, seharusnya, kalau jujur terhadap sejarah, Ephorus GPA, Pdt MP Marpaung, seharusnya juga harus dimunculkan. Begitu juga photo beliau seharusnya ada di ruangan Ephorus GKPA, dan termasuk photo sekjend GPA di ruangan sekjend di Kantor Pusat, serta juga melengkapi kembali berbagai catatan-catatan dalam Almanak GKPA. Bukan dalam rangka kultus individu terhadap beliau, bukan karena kedekatan emosional semata, dan berbagai kedekatan-kedekatan lainnya, tetapi karena kita memang harus jujur terhadap sejarah, jujur terhadap pengakuan akan konflik yang terjadi pada masa lalu, dan jujur terhadap keberpihakan terhadap rekonsiliasi di tubuh GKPA. Ini seharusnya menjadi modal dasar bagi pertumbuhan iman percaya kita.
Dengan membuka mata terhadap realitas ini, generasi muda GKPA dapat secara utuh menikmati indahnya pertumbuhan gereja ini dan menjadi pelajaran sejarah yang sangat berharga bagi kita semua.

Bersamaan dengan perayaan olop-olop GKPA 34 yang diadakan pada hari Minggu 25 Oktober 2009 di GKPA Jl Teuku Umar diadakan peresmian GKPA Resort Khusus jl Teuku Umar dengan dipimpin langsung oleh Ephorus Pdt. AL. HUtasoit, MA. Menyandang sebutan resort khusus karena resort ini hanya mempunyai jemaat di parlagutan Jl Teuku Umar dan dianggap mampu berdiri sendiri sebagai resort.

Hal ini juga merupakan amanat dari synode Am XVI bulan Juli lalu. Dengan dirangkaian dalam ibadah minggu siang, juga sebelumnya dilaksanakan penahbisan 4 orang penatua/sintua baru di jemaat ini. Juga dilakukan serah terima pendeta resort khusus setelah sebelumnya pelantikan Majelis Resort dari Pdt. Darwin Butarbutar STh kepada Pdt. Jhon H. Pakpahan, STh.  Pdt Darwin sendiri sebelumnya telah dilantik menjadi pendeta resort Padangsidimpuan Tenggaran, yang merupakan resort PSP Timur dahulu minus parlagutan jl Teuku Umar.

Ada hal yang menarik ketika pelaksanaan kongres diadakan. Kalau seluruh peserta atau simpatisan yang datang ke arena kongres di Kantor pusat Lt III tentu akana melihat ornamen hiasan yang terletak paling depan di depan meja pimpinan sidang

Perhatikan, bahwa sebagian besar bahan yang dipergunakan diperoleh dari lingkangan sekitar, dengan memanfaatkan berbagai bahan yang bisa didaur ulang. Seprti botol air minuman mineral yang diisi dengan air yang diberi warna, batu utih yang sengaja dicuci bersih, sekam kayu yang banyak diperoleh dari panglong, bahkan tulisan ornamen kongres yang disusun dari bilah-bilah bambu kecil hasil kreasi naposobulung. Terima kasih untuk bantuan St. RH Ritonga yang memberikan inspirasi betapa banyak benda di sekeliling kita yang kalau dimanfaatkan tidak kurang indahnya dibandingkan dengan barang jadi serba instant dan tidak menguntungkan bagi lingkungan.

7831_1270711247728_1228268274_30804270_6834286_n

Sedih rasanya menyatakan judul tersebut dalam forum blog naposobulung ini. Bahwa kegagalan adalah puncak dari proses ketidakberhasilan dari suatu sistem. Sistem yang tidak kait mengkait, yang indikator power yang mensupply kekuatan organisasi yang kurang maksimal dan ketidakmampuan mengorganisir suatu moment. Meskipun tahun 2009 belum lah selesai, namun bisa dipastikan judul pada opini ini adalah betul adanya.

Sebenarnya proses keberhasilan, atau tepat sasarannya suatu kegiatan tentu berasal dari proses perencanaan. Masa perencanaan dari Tahun Pemuda 2009, untuk sekedar mengingatkan, adalah merupakan hasil dari synode Am GKPA 2006. Dimana tahun 2007 adalah Tahun Anak Sekolah Minggu, ditandai dengan Pekan Raya Sekolah Minggu, tahun 2009 adalah Tahun Ama dengan puncak perayaan Kongres Ama, dan tahun 2009 adalah tahun Pemuda, sedangkan Ina akan mendapat “tahun”nya pada 2010.

Nah, proses perencanaan 2009 sebagai tahun Pemuda sudah digulirkan melalui usulan dalam Rapat Majelis Pusat bulan Oktober di Pekanbaru. Di rapat tersebut, termasuk membahas dan mengevaluasi fungsi dan target Tahun Ama 2008, dan diharapkan pada Tahun Pemuda 2009 untuk lebih tajam dalam perencanaan kegiatan Tahun Pemuda secara holistik. Secara teknis bahkan diusulkan untuk membicarakan secara intensif dengan Pengurus Pusat Naposobulung dalam perencanaannya.

Namun, kenyataannya tidaklah seperti apa yang diharapkan. Sampai penghujung tahun 2008, pertemuan khusus membahas tahun Pemuda tidaklah pernah dilakukan. Target pencapaian tahun pemuda yang diharapkan mempunyai track tersendiri tidak pernah ada. Bahkan surat yang menyatakan bahwa 2009 adalah Tahun Pemuda tidak pernah dikeluarkan oleh Kantor Pusat GKPA. Hal tersebut didapati ketika diadakan rapat pengurus resort PSP Timur pada awal 2009, dan pimpinan resort menyatakan tidak ada pemberitahuan resmi tentang Tahun Pemuda. Kalau jemaat yang secara jelas ada di depan Kantor Pusat GKPA tidak mengetahui adanya Tahun Pemuda secara resmi, bagaimana dengan tempatyang lain??!!

Dalam kondisi tersebut, P3N pada penghujung tahun 2008 membat Catatan refleksi sekaligus arahan dalam Menyambut Tahun Pemuda 2009, berikut perencanaan program di tingkatan pusat supaya setiap distrik atau resort menyesuaikan dengn program di tingkatan masing-masing. Konsep tersebut secara resmi dusah disampaikan kepada Kantor Pusat untuk dapat dikirimkan ke Distrik atau Resort. Namun apa hendak dikata, jangankan terbit keluar, surat tersebut bahkan tidak tahu entah dimana letaknya.

Kalau tahun Ama masih ada selebaran melalui poster-poster atau stiker, tetapi pemuda? Jangankan stiker, untuk membuat informasi melalui surat pun tidak ada. P3N kala itu bukan tidak menutup mata atas “kejanggalan” tersebut.  Melalui pertemuan lisan pun sudah disampaikan. Namun hasilnya masih kurang memuaskan. Yang ada hanyalah supaya Pemuda sendiri membuat konsep tentang Tahun pemuda bahkan sampai ke Logo, selebaran dan sebagainya. Yang perlu kita lihat bahwa seluruh Pengurus Pusat Naposobulung adalah volunteer yang paruh waktu, yang tidak bisa dipaksakan untuk melibatkan diri secara utuh, khususnya dalam waktu dan pemikiran untuk segera membuat itu.

Meskipun demikian pada April, meskipun sudah terlambat, P3N ketika itu menyampaikan surat untuk usulan logo dan berbagi hal yang perlu dilakukan untuk menyambut Tahun Pemuda 2009. Tetapi surat tinggal surat. Bahwa keputusannya bukanlah di tangan P3N karena berhubungan dengan anggaran pencetakan, yang pada akhirnya hasilnya tidak ada.

Apalagi dengan demam Synode Am XVI,  sudahlah!!

Persiapan Synode yang memang membutuhkan pemikiran dan persiapan yang matang, menyingkirkan pentingnya Tahun Pemuda 2009.

Baru setelah syinode berakhir, maka perhatian kembali ke pemuda. Dimulai dengan pelantikan panitia yang jarak waktunya sangat jauh dari pengajuan usul yang disampaikan P3N kepada kantor Pusat, bergantinya usulan yang ditawarkan sebagai penanggung jawab kepanitiaan, tidak adanya personil dalam struktur organizing committe / kepanitiaan yang betul-betul fulltimer GKPA, baik itu  BPH atau seksi seperti yang biasa dilakukan dalam kepanitiaan besar di Kantor Pusat, bahkan ada hamba Tuhan yang menolak untuk bergabung dalam kepanitiaan sesaat sebelum dilantik, menjadi beban pelayanan yang teramat berat bagi naposobulung. Belum lagi faktor lain seperti berbagai mutasi yang ada di tubuh pelayan GKPA, sehingga praktisnya persiapan kepanitiaan adalah sangat pelik untuk dilalui.

Namun, dengan dukungan luar biasa dari rekan pemuda dari seantero GKPA, alumni pelatihan Kepemimpinan Naposobulung 2008, alumni Bible Camp 2008, menjadi penyemangat dan pemberi kekuatan. Belum lagi dukungan naposobulung Teuku Umar yang luar biasa, dukungan dari senioren naposobulung seperti kakanda Parsaulian Tambunan, jejaring oikoumene yang telah terlibat selama ini seperti dari kakanda Gabarel Sinaga, rekan-rekan di GAMKI Sumut dan komunitas oikoumene pemuda di Padangsidimpuan.

Puncak pada pelaksanaan Kongres pada hari Minggu dengan pelantikan Pengurus Pusat baru, yang tidak dihadiri oleh satu pun Pucuk Pimpinan melengkapi rangkaian seluruh proses pelaksanaan tahun Pemuda 2009 ini. Bahkan ironisnya, moment penutupan itu sekaligus pembubaran kepengurusan persekutuan naposobulung distrik I oleh Praeses yang bersangkutan, yang disampaikan secara resmi di atas podium ketika menutup secara resmi rangkaian kongres.

DSCI2349

Tahun pemuda 2009, padamlah sudah sebelum menyala !!!

8231_1179163012099_1618867953_441186_930841_nDepan dari kiri ke kanan : Ezra E. Nainggolan (Ketum), Matur P. Hasibuan (Wkl. Sekum), Asnawi Krismastopo Harahap(Wkl. Ketum), David Hamonangan Ritonga (Sekum), Rumianna Siregar (Bendum)

Belakang (P3N 2004-2009) dari ki-ka :  John Feber Simatupang  SPd,  Yanerio Marpaung,  Bonardo Marpaung.

sblga

Bersama-sama dengan persekutuan naposobulung GKPA Jl Teuku Umar 102 Padangsidimpuan, Pengurus Pusat berkesempatan untuk mengadakan kunjungan kasih ke jemaat di Parlagutan yang ada di Sibolga sekaligus camping di pelataran pantai Kalangan.

Diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, 12/13 September 2009, kegiatan ini didampingi oleh Ka.Biro III Pdt. JP Matondang, MTh dan guru TH Harahap. Berangkat pukul 15.00 dari Jl Teuku umar, perjalanan menuju Sibolga menempuh jarak waktu selama 2,5 jam dengan menggunakan 2 mobil dan beberapa motor dan diikuti oleh sekitar 25 naposobulung.

9421_1165934163214_1673711047_207821_3044884_n

Merupakan rangkaian keseluruhan dari hari pertama sampai terakhr dan telah disampaikan ke redaksi Sioban barita untuk dimuat di edisi terdekat, sebelum ada gunting sensor dari dewan redaksi :

KONGRES VII PERSEKUTUAN NAPOSOBULUNG GKPA 2009

Pendahuluan
Berlangsung tangal 01 s/d 04 Oktober 2009, Kongres kali ini adalah kongres persekutuan Naposobulung yang ketujuh kalinya dilaksanakan oleh Synode GKPA. Kongres Persekutuan Naposobulung GKPA (Kongres Naposobulung) VII tahun 2009, sesuai dengan Tata Kerja dan Tata Laksana Persekutuan Naposobulung Bab IX tentang Kongres pasal 1 adalah Permusyawaratan dan Persekutuan semua anggota Naposobulung GKPA yang diwakili oleh peserta sesuai dengan jumlah yang ditentukan untuk bermusyawarah dan mengambil keputusan demi terwujudnya maksud .

Peserta Kongres (point 9) adalah :
a. Unsur naposobulung resort 5 (lima) orang
b. Utusan Pengurus Distrik 2 (dua) orang
c. Peninjau 1(satu) orang setiap resort
d. Pengurus Pusat Persekutuan Naposobulung GKPA
e. Pendeta Resort sebagai Narasumber
f. Undangan
g. Pucuk Pimpnan dan Biro III GKPA

Sehingga dari 27 Resort + 2 resort Persiapan GKPA diperkirakan peserta persidangan kongres yang adalah Baca entri selengkapnya »

Arsip

Blog Stats

  • 13,187 hits

Flickr Photos

More Photos

Klik tertinggi

  • Tidak ada

mata kita

web counter
World Council of Churches
World Council of Churches 60th Anniversary World Council of Churches 60th Anniversary

TOPIK DOA BULAN APRIL :

1. Program Naposobulung GKPA di seluruh tingkatan khususnya dalam masa-masa Paskah 2. Pengurus Baru PN GKPA Pekanbaru 3. Agenda Pemilihan Umum Calon Legislatif untuk berbagai aras mulai dari DPRD Kabupaten/Kota, DPR Provinsi, DPR Pusat dan DPD. 4. Synode Kerja dan Kongres Naposobulung GKPA
free counters

Random Bible Verse
Provided by Christian Counseling & Educational Services
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.