You are currently browsing the tag archive for the ‘quisimodogeniti’ tag.
Pada ibadah minggu lalu, teks firman Tuhan berkisar pada penekanan akan tingkat keyakinan seorang Simon Petrus tentang sosok Yesus sang Juru Selamat. Simon Petrus, sang Batu Karang, pribadi yang keras dan tegas, pada perikop tersebut oleh Yesus dipanggil dengan sebutan Simon, bukannya Petrus, gelar yang didapatkannya kemudian.
Menjadi pertanyaan bagi kita, kenapa sisi Simon yang diungkapkan? Bukannya sisi Petrus?
Pengkhotbah minggu itu sampaikan bahwa sisi Simon adalah sisi ke “manusia” an seorang Petrus. Bahwa Yesus berpihak kepada sisi hati seorang Simon Petrus. Ke sisi manusia yang paling dalam, berbicara hati ke hati dan jangan lupa, bahwa sisi manusia seorang Simon adalah manusia yang cepat takluk akan ke”aku’an dunia.
Masih ingat bahwa Simon lah yang menafikan Yesus, bahkan sampai tiga kali sebelum ayam berkokok?
Terkadang memang kita lupa bahwa apa yang kita dapatkan selama ini, baik gelar, sebutan, pangkat dan lain sebagainya yang kita peroleh dalam perjalanan duniawi kita, bukanlah hal yang penting dimata Allah. Allah malah memanggil kita dari sisi manusia kita yang paling dalam.
Bahwa ternyata Allah tidak melihat sisi ke “aku”an kita selaku manusia, bagaimana kita melihat saudara-saudara kita berdasarkan perbedaan yang kita buat sendiri ?








nadung mandok hata