Pendahuluan
Sejak manusia jatuh kedalam dosa, Adam dan Hawa sebagai manusia pertama saling menyalahkan satu sama lain dalam hal, siapa yang pertama sekali memakan buah pengetahuan. Ketika Allah menanyakan hal itu keduanya bertolak belakang sebab tidak seorang pun ingin kalah. Perselisihan, pertentangan akan mengakibatkan perpecahan, hal ini bisa menimbulkan pemberontakan untuk pembelaan sehingga terjadilah dengan apa yang disebut perang.
Perang sudah ada ketika jaman Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dan perang itu masih ada hingga saat ini misalnya perang salib, perang dunia I & II, perang antar negara, bangsa dan suku bahkan perang antar agama. Namun dalam hal ini, saya tidak membahas prang yang pada saat ini secara mendetail saya akan membahas mengenai beberapa perang yang terdapat dalam PL.

Pengertian Perang Secara Umum
Dalam KBBI, perang adalah suatu permusuhan, pertempuran bersenjata antara negara (bangsa, tentara) misalnya: kedua negara itu masih dalam keadaan perang, perang juga muncul karena perkelahian melawan kejahatan dan tenaga.[1] Sedangkan menurut Surbakti, perang dikaitkan dengan konflik atau tindak kekerasan seperti kerusuhan, terorisme dan revolusi dengan tidak melihat obyek yang dihancurkan dan menghancurkan, dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi semua dapat hancur akibat perang.[2]
Perang lazim dipahami sebagai wujud suatu derajat konflik antar negara yang berintensitas tinggi. Dalam peperangan biasanya ada sebuah negara yang menyatakan perang terhadap negara lainnya. Dalam pemahaman konsepsionalnya perang dapat didefenisikan dan dimengerti sebagai berikut:
1. kelanjutan dari politik damai dengan cara-cara lain, konsepsi pemahaman sedemikian merupakan salah satu konsepsi dalam pemahaman Karl von Clausewitz, seorang filsuf militer dalam bukunya On War (1833). Perang dirumuskannya sebagai manifestasi sikap politik nasional dengan menggunakan kekerasan untuk memaksa negara lawannya tunduk terhadap kemauan negara tersebut. Esensi utama perang adalah kekerasan dan penggunaan kekerasan tersebut diarahkan untuk melawan paksaan lawan.
2. perang juga dimengerti sebagai upaya terakhir untuk mempertahankan diri dari upaya permusuhan oleh lawan. Apabila motivasi utama tindakan perang seperti itu konseptual tindakan perang tersebut berbentuk dan dihayati sebagai perang nasional.
3. secara yuridis perang dipahami sebagai situasi dan kondisi hukum yang memungkinkan 2 atau lebih pihak yang bermusuhan menyelesaikan pertikaiannya secara kekerasan dengan kekuatan persenjataan.[3]

Pengertian Perang Menurut PL
Tindak kekerasan (violence) dalam bentuk perang telah lama hadir demikian juga di zaman Alkitab dimana cukup banyak peristiwa violence yang terjadi. Dalam sejarah Alkitab, Tuhan tidak membiarkan umat-Nya berperang sendiri. Ia berada ditengah-tengah peperangan yang terjadi dan mengakhiri perang dengan sebuah kemenangan.
Perang berasal dari bahasa Ibrani Milkhama סלחמה yang terdapat 313 kali, akar katanya Lakham לחם (berperang) bandingkan dengan bahasa Arab Lahama להמ (merapatkan barisan) atau tentara dalam kesatuan tempur. Dalam bahasa Yunani polemos πολήμως terdapat 18 kali.[4] Peperangan yang dilakukan oleh umat Israel dikenal sebagai perang PL yang senantiasa dijiwai oleh semangat holy war menumpas musuh tanpa belas kasihan ini juga tampak dalam pemerintahan Raja-raja di Israel misalnya:Raja Daud yang memukul kalah tentara orang Filistin atas perintah Tuhan (II Sam. 5:22-25). Para nabi pun memiliki semangat yang sama seperti nabi Elia yang mempunyai kisah bagaimana nabi ini pernah menyembelih semua nabi Baal yang jumlahnya hampir 1000 orang (I Raj. 18: 19-40), peperangan ini dilakukan atas nama Allah. Dengan mengatas namakan Allah dalam perang maka perang itu dianggap suci dan paling tidak dapat membangkitkan semangat perang bagi yang melakukannya.
Pemimpin Israel berasal dari Allah maka setiap perintah yang dikeluarkan oleh pemimpin misalnya: pendeklarasian untuk berperang harus ditaati oleh warganya karena perintah mereka merupakan perintah yang berasal dari Allah sehingga perang yang mereka lakukan bukanlah perang biasa tapi perang suci karena bangsa Israel sendiri percaya bahwa Allah pasti akan memberi kemenangan kepada mereka. Disisi lain, peperangan yang terjadi dalam kehidupan umat Israel disebabkan karena kaum Israel yang selalu berada di bawah penindasan bangsa asing atau kafir diantara suku-suku dan bangsa-bangsa sekitarnya terlebih lagi pada saat mereka keluar dari Mesir.[5]
Peperangan yang mereka lakukan merupakan peperangan untuk melawan kuasa Iblis atau kuasa gelap dan Allah menjadi pemimpin dalam peperangan tersebut. Itulah sebabnya orang Israel harus menumpas semua musuh mereka dengan tanpa belas kasihan, serta diperingatkan untuk tidak membuat perjanjian dengan musuh-musuh mereka (Ul.7:2). Peristiwa perang yang terjadi pada zaman PL seolah-olah kisahnya terasa haus darah misalnya: dapat kita lihat dalam kiah Yosua, dimana ketika Yosua memimpin umat Israel masuk ke Tanah Kanaan, ia membinasakan semua penduduk kota Ai baik tentara masyarakat sipil, orangtua, wanita dan anak-anak tanpa pandang bulu (Yos. 8:24) demikian juga ketika Yosua mengalahkan penduduk Yerikho (Yos. 6:21) dan Hazor (Yos. 11:11). Perang yang Allah canangkan dalam PL sifatnya berbeda dengan perang yang dilakukan manusia saat ini. Perang PL merupakan suatu isu yang kompleks dimana seseorang yang hendak ikut berperang meskipun tujuannya untuk perdamaian harus melihat adanya struktur rohani, nlai, rencana dan tujuan di dalam setiap perang yang dikehendaki oleh Allah.[6] Menurut John Wood ada 3 perspektif tentang hubungan antara Allah dan perang dalam PL yakni:
Tradisi perang di dalam PL bersifat revelatory artinya bukan perang itu sendiri yang menjadi berita utama para penulis PL melainkan kebesaran dan kemuliaan Allah dibanding dengan kuasa-kuasa lainnya.
Allah adalah Allah yang memelihara keteraturan alam semesta, dimana kuasa dosa dan kejahatan harus diperangi dan Allah sebagai pemenang.
Timbulnya chaos yaitu suatu kekacauan di dalam tatanan dunia ciptaan.
Perang dalam PL berhubungan dengan pembuktian iman bangsa Israel bahwa Allah yang mereka sembah adalah Allah yang bertindak dalam sejarah yang membedakan Israel dari agama lain pada masa itu.
Sekalipun Allah adalah Allah yang mengizinkan perang sebagai salah satu sarana untuk menyatakan kebesaran-Nya, namun bukan sebuah legitimasi bagi Israel untuk memutuskan perang sesuai dengan kehendaknya sendiri.[7]

Berbagai perang dalam PL
Siasat dan susunan perang yang teratur belum diketahui oleh orang Ibrani sampai ada zaman Daud yang menyusun suatu angkatan perang yang baik sekali. Cara-cara berperang pada masa ini adalah mengadakan serangan-serangan, rampasan, pembalasan, pemulihan, kemenangan. Alat senjata masih sangat primitif dan kasar, antara lain: ali-ali, anak panah, pedati, palu besar, pedang, tombak dan tongkat. Para pembesar perang diperlengkapi dengan pakaian baja, dan dilindungi atau dikawal oleh bawahannya.[8]
Pada masa Perjanjian Lama banyak perang yang terjadi. Filsuf keturunan Yahudi Baruch Spinoza (1632-1677), yang dibesarkan dalam tradisi kitab suci Ibrani dan Talmud mengkritik perang dalam PL sebagai berdampak negatif bagi agama dan pemahaman kitab suci sebagai wahyu illahi. Menurutnya, Alkitab PL kehilangan otoritas dan sedikit saja relevansinya untuk hal etika dan kesalehan. Kritik Spinoza masih relevan sampai sekarang, kendati ada upaya-upaya yang dilakukan teolog dan ahli Biblika mengartikan fenomena perang dalam PL adalah bersifat positif.[9]
Dalam gambaran ceriat mengenai PL banyak fenomena perang yang dilakukan tanpa belas kasihan, misalnya Yosua, hakim-hakim, dan 1 Samuel. Hal ini sangatlah mengherankan sebab PL bukanlahbukusejarah melainkan Kitab Suci, Wahyu dari tuhan kepada Manusia. Salah satu alasan mengapa Allah merestui perang adalah dengan berbagai cara Tuhan telah digambarkan sebagai Raja yang terlibat langsung dalam perang umatNya. Orang Israel pertama sekali menyebut Yahwah sebagai ‘Is milkhamah” yaitu pahlawan perang. Ketika pasukan Mesir yang mengejar mereka binasa (Kel. 15:30) beberapa cotoh berikut menggambarkan Tuhan sebagai pahlawan perang yaitu “Tuhan jaya dan perkasa, Tuhan perkasa dalam peperangan.(Maz. 24:8), “terpujilah Tuhan, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk pertempuran, dan jari-jariku untuk berperang (Maz. 144:1), Tuhan keluar seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat, Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuhNya Ia membuktikan kepahlawananNya (Yes. 42:13), Kemudian Tuhan akan keluar dan berperang melawan bangsa-bangsa itu sebagaimana Ia berperang pada hari pertempuran (Zak. 14:3)[10]
Dalam Pl banyak perang yang nampak dan hal ini kebanyakan tidak pernah lepas dari campur tangan Allah. Perang sudah ada sejak manusia bersaung dan berselisih serta berlawanan. Saya akan membahas beberapa perang yang terjadi dalam PL
A. Perang pembalasan dendam oleh lewi dan Simeon.
Permasalahan yang muncul pada Zaman Yakub, Yusuf dan anak-anaknya adalah peristiwa pembalaan dendam atas Sikhem karena memperkosa Dina, suatu peristiwa pembalasan dendam yang dilakukan Simon dan Lewi (Kej. 34: 4). Menurut Lempp saaat Yakub mendengar peristiwa pemerkosaan atas diri Dina hatinya sakit dirundung kepedihan. Bagi adat-istiadat di Kanaan perihal pemerkosaan dapat diselesaikan dengan damai. Di Israel tidak sebab persundalan bukan hanya kesalahan terhadap sesama manusia melainkan juga pelanggaran terhadap hukum Allah dan dengan ini dapat juga penghinaan terhadap Allah sendiri.
Menurut Lempp, Lewi dan Simon menawarkan syarat untuk berdamai yaout agar seluruh putra-putra bani Hemor disunat. Sehingga ketika mereka sedang menderita kesakitan, masing-masing mereka mengambil pedangnya untuk menyerang memasuki kota itu, datang bukan untuk hidup damai tapi mereka datang untuk membumihanguskan penduduk kota, mereka merampas dan menjarah kota. Tapi bagi Lempp dia memandang penyerbuan ini sebagai perang suci dilihat dari cara mereka melaksanakan perang itu. Menurut G. von Rad peristiwa perang ini dihubungkannya dengan bahasa perang suci dalam kejadian 35: 5 dan sebagaimana mreka berangkat, suatu teror dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga tidak mengejar putra-putra Yakub. Akhirnya Kej. 34 menyimpan kenang-kenangan Israel tentang suatu pemberontakan yang hebat dan berdarah antara penduduk asli kota Sikhem yakni bani Hemor dan orang Israel bani Yakub. Dengan demikian strategi muslihat perang yang dilakukan Lewi dan Simon merupakan salah satu perang yang turut campur didalamnya ada peranan Allah.
B. Perang dalam pimpinan Abraham
Dalam Kej. 14, Abraham berhadapan dengan Raja-raja dunia, bangsa Allah berhadapan dengan bangsa kafir. Dimana Raja dunia menyerang Sodom dan Gomora menghancurkan dan merampasnya, segala kepunyaannya disita dan dinagkut serta menawan Lot anak saudara Abraham (ayat 11-12). Keterlibatan Abraham dalam perang karena Lot anak saudaranya ditawan akibatnya tidak ada jalan lain selain peperangan menghadapi para bangsa yang bersifat agresif dan memiliki sifat ingin menyerang dan menguasai siapun mereka yang dianggap sebagai ancaman atau musuh. Perang Abraham bukanlah suatu kuasa militer dan persenjataan dalam memperoleh kemenangan. Melainkan Allah yang maha tinggi menyerahkan musuh Abraham ke tangannya. Allah sebagai raja yang maha tinggi yang menyertai prajurit pilihanNya adalah untuk memenangkan perang di medan perang yang tidak berimbang kekuatannya.
Peperangan yang dilakukan Abraham adalah murni sebagi perang suci karena dia tidak bersandarkan kekuatan militer yang terlatih tetapi bersandarkan kepada kehadiran Allah yang menyertainya. Dia berperang berdasarkan petunjuk dan pimpinan Allah sendiri.
C. Allah berperang melawan sepuluh tulah
Firaun tidak mau membebaskan bangsa Israel. Dalam kitab Keluaran ada sepuluh tulah yang digunakan Allah untuk membebaskan bangsa Israel. Melalui tulah-tulahnya, dia menundukkan kekerasan hati Firaun. Allah menelanjangi dan menyingkapkan ketidakberdayaan dewa-dewi bangsa Mesir. Tindakan Allah untuk membebaskan bangsa Israel tetap terlaksana, Allah membuat Firaun bertekuk lutut pada kemahakuasaan-Nya dia harus mengikuti kemauan Allah Musa sekaligus mengakui kelemahan dewa-dewinya sebelumya.
D. Perang Yerikho
Yosua mulai mempersiapkan penyeberangan sungai Yordan, rintangan pertama adalah kota Yerikho Kuno yang berbenteng kuat, tidak jauh dari sungai.[11] Kota Yerikho PL biasanya dianggap sama dengan bukit Tel-es Sultan, kira-kira 16 km sebelah barat Laut Muara sungai Yordan; letaknya wilayah Timur tanah Kanaan.[12] Yosua mengirim dua orang pengintai empat pengintip negeri dan kota tersebut. Mereka dilindungi oleh penjaga penginapan, perempuan sundal yang bernama Rahab (Yos. 2:1-24). Rahab mengetahui bahwa kota Yerikho akan diserahkan Tuhan kepada suku-suku penggembara Israel maka kedua spion dapat lulus. Dalam Yos. 3:13 dinyatakan kepada umat itu diberikan dua alat pengingat bahwa perang ini adalah perang suci kedalam mana mereka melibatkan diri, yakni kepemimpinan Tabut perjanjian (Yos. 3 & 4). Tabut merupakan lambang lahiriah kehadiran Allah dengan umat-Nya, wadah bagi kedua loh batu dasa titah dan mereka harus melayani-Nya sehingga di medan peperangan mereka berani melawan musuh-musuhnya, berperang demi Tuhan dengan keharusan menyucikan diri untuk tugas itu. dan tabut merupakan tanda pertolongan Yahweh bagi umat Israel khusunya dalam perang.
Dalam Yos. 5:13-16 ada pertemuan antara Yosua dan panglima bala tentara Tuhan. Panglima bala tentara Tuhan memimpin dan mempengaruhi serta mengawasi strategi manusia. Lalu malaikat Tuhan memberikan petunjuk gamblang guna perebutan Yerikho harus dilaksanakan secara “Har”. Tujuh orang imam membawa sangkakala yang mereka tiup terus-menerus dan disusul oleh tabut perjanjian dalam pawai yang hikmat mengelilingi kota selama tujuh hari. Para prajurit mengikuti segala aturan dan peraturan permainan dalam meyerang kota Yerikho. Yahweh menuntut umat-Nya agar mengkhususkan Yerikho bagiNya untuk dimusnahkan yaitu penduduknya dan seluruh isinya ditempatkan dibawah hukuman yang melarang segala hubungan mereka dengan umat Israel. Yahweh sebagai seorang pahlawan perang mengharuskan umat Israel mempersembahkan seluruh rampasan dan jarahan perang menjadi milik khusus kepunyaannya.
E. Perang Ai
Kota Ai terletak disebelah Timur Betel dan mezbah yang dibangun oleh Abraham (Kej. 12: 8) yang berdekatan dengan Bet- Awen (Yos. 7: 2) dan kota ini juga berada disebelah Barat kota Yerikho, tempatnya sangat strategis di pinggir wilayah Timur dan punggung Bukit di negeri itu. Sebelum penyerangan Yosua mengirim spion dari Yerikho ke Ai unutk mengintai kota Ai. Dan laporan kepada Yosua yang mengatakan bahwa cukuplah dua atau tiga ribu orang pergi unutk meyerang Ai, karena disana orang hanya sedikit.[13] Oleh karena itu hanya sebgaian tentara yang dikerahkan, pasukan Ai mengadakan serangan yang mengakibatkan pasukan Ibrani mundur ke arah Syebarim yang meninggalkan 36 orang tewas. Dengan kekalahan ini Yosua bertanya kepada Allah dan Allah menyatakan bahwa orang Israel telah berbuat dosa dan melanggar perjanjiannya. Kesalahan mereka adalah meyimpan barang rampasan perang yang seharusnya dikhususkan untuk Allah, dan dengan cara melempar undian yang kedapatan bersalah adalah orang atau kaum Akhan. Dan Akhan pun mengakui dosanya bahwa dia telah mengambil jubah yang indah, sejumlah perak dan sebatang emas. Akibatnya barang-barang itupun menjadi cemar.[14] Dengan kematian Akhan maka tindakan mencemarkan hal-hal yang suci telah ditebus, kemarahan Allah telah reda dan lembah Akhor yang telah menjadi gerbang pengharapan adalah karena murka Allah berbalik menjadi karya penyelamatan Allah bagi umat-Nya. dan dia kembali menyertai umat-Nya didalam kelemahan. [15] Tuhan berfirman kepada Yosua “janganlah takut dan janganlah tawar hatimu bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai, ketahuilah aku serahkan kepadamu Raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya dan perintah utama adalah barang jarahan dan hewan diberikan kepada umat Israel selainnya dimusnahkan sama seperti Yerikho.
Dalam penyerbuan Ai para tentara Ibrani bersembunyi diantara kota Ai dan Betel disebelah Barat kota itu. Lalu Yosua bersama-sama dengan tentaranya memnacing penduduk agar keluar menuju kota Ai, ketiga Raja Ai melihat Yosua dan tentaranya, dia dan seluruh rakyatnya mengejar Yosua keluar sehingga kota Ai kosong dan tidak ada tentara yang mempertahankannya lagi. Sehingga dengan mudah tentara yang bersembunyi memasuki kota Ai dan membakarnya.[16] Ketika Rja Ai dan rakyatnya melihat asap membumbung tinggi mereka kembali ke kota namun mereka terjepit oleh dua arah pasukan tentara dari dalam kota serta Yosua dan tentaranya. Semua penduduk kota Ai tewas. Raja ditawan hidup dan akhirnya dihukum gantung. Ternak dan barang-barang kota Ai di jarah oleh umat Israel sesuai dengan Firman Allah kepada Yosua selainnya dibakar menjadi timbunan puing, akhirnya Ai dihancurkan secara total.
F. Perang pada masa Hakim-hakim sampai Raja Daud
Kitab Yosua tidak meyebutkan perang untuk merebut daerah di pantai Palestina, bangsa dari Laut tetap berdiam disana dan sukar untuk mengalahkan mereka (Yos. 14:2-3). Ti\dak ada perang merebut dataran Esdraelon yang didiami orang-orang Kanaan dan Amori, kota Silo dan Sikhem. Pada masa Hakim-hakim merupakan masa konflik dengan suku-suku dan bangsa-bangsa tetangga Israel sampai 200 tahun atau lebih jaman hakim-hakim mereka berjuang demi menjadi satu bangsa, dengan seorang raja[17] dan akhirnya terbentuklah suatu kerajaan Israel Raya dengan raja pertama yaitu Saul. Puncak penyatuan daerah Palestin apada zaman Daud berhasil menyatukan keduabelas suku Israel dengan wilayahnya masing-masing. Dan pada masa Hakim-hakim zaman Daudlah puncak tercapainya Israel Raya dengan perjuangan yang gigih dari bangsa-bangsa yang dihantar Allah dari perbudakan.
Para Hakim adalah orang yang diilhami Allah untuk memimpin suku-suku Israel dalam peperangan melawan musuh-musuhnya[18] sehingga Hakim bisa juga disebut sebagai para pemimpin militer atau tokoh pembebas.[19] Seorang hakim adalah pemimpin yang berkharisma yang dipilih dan dibangkitkan oleh Tuhan dan diberi kuasa oleh Roh-Nya. dalam masa hakim-hkim ada 4 perang yang mendapat kemenangan yang ajaib yaitu:
1. Perang Debora melawan Sisera (Hak. 4-5)
Nyanyian Debora adalah satu dari 2 syair penting dalam Alkitab, yang ditulis pada abad yang ke XII[20] yang meruoakn himne kemenangan, yang dirayakankarena militer Israel berhasil menaklukan kota-kotabagian utar di Kanaan. Karena keberdosan mereka (bangsa Israel) Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hajorpanglima tentaranya ialah Sisera, yang menindas bangsa Israel, dengan keras.
Dan Israelpun berseru kepada Tuhan dan Dia memberikan kepada Debora tiang kepemimpinan menghadapi Sisera dan dengan prajurit, dari suku Zebulon dan Naftali dan memberikan perintah pada Barak supaya berperang, hasilnya Sisera kalah dalam pertempuran sehingga manlah negeri itu kembali selam 40 tahun.
2. Perang Gideon melawan orang Midian (Hak. 6- 8)
Masa Gideon suku Israel dikuasai oleh orang Midian, orang Midian ialah bangsa pengembara dari gurun yang baru mempergunakan secara besar-besaran unta yang dijinakkan. Orang midian dan Amalek memasuki wilayah Israel dan merampok hasil panen gandum. Bangsa Israel menjadi melarat dan malaikat Tuhan memanggil Gideon dan memberi kekuatan untuk melepaskan bangsa-Nya.

Dengan pasukan sebayak 300 orang, Tuhan menyuruh Gideon menyerang orang Midian dengan muslihat perang dan hanya dengan seruan pedang “ demi Tuhan dan demi Gideon” pasukan Midian menjadi kacau balau, berteriak dan melarikan diri dan akhirnya pasukan Midian diceraiberaikan sebagian besar dibunuh beserta Raja-rajanya Zebaot dan Salmuna.
3. Samuel melawan orang Filistin (I Sam. 7)
Sebagian besar kekuatan Falistin terletak pada senjata besi yang mereka punya, yang tak tertandingi oleh bangsa Israel.[21] Konflik antara keduanya berlangsung selama satu abad dan Filistin memiliki kekuatan yang cukup besar untuk meyerang bangsa Israel, mereka menggunakan kereta perang pada waktu mereka berada di padang gurun. Akibatnya bangsa Israel mundur dan banyak yang tewas. Unutk melawan mereka bangsa Israel mengambil tabut perjanjian, mereka merasa yakin bahawa dengan cara itu mereka bisa menang, namun oleh karena itulah bangsa Filistin semakin merajalela yang mengakibatkan kekalahan bagi bangsa Israel. Dan akhirnya tabut perjanjian itu dipindahkan oleh Raja Filistin ke Betsyemes kemudian ke Kiryat- Yearim. Dan dengan penderitaan bangsa Israel mereka meminta tolong kepada Allah. Allah mengatakan kepada mereka untuk meninggalkan illah-illah asing dan Tuhan akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang asing, mereka pun melakukan hal itu. Samuel menyuruh orang Israel berkumpul di Mizpa dan bersama-sama mengakui dosa-dosa mereka dan berkuasa sebagai tanda penyesalan. Kemudian raja Filistin menyerang mereka di Mizpa dan bangsa Israel yang pada saat itu tidak mempunyai senjata apapun bisa kuat dengan hanya meminta doa Samuel dan terjadilah bunyi guntur yang hebat dan mengalahkan bangsa Filistin, dan bangsa Israel hanya tinggal mengusir mereka dari tempat itu. sebagai tugu peringatan Samuel mendirikan sebuah batu pada perbatasan, tempat dimana orang-orang Israel mengejar orang-orang Filistin. Nama tempat itu adalah Ebenhaezer yang artinya batu pertolongan.[22]

Refleksi
Manusia selama hidup didalam dunia tentu membutuhkan dan mengharapkan kehidupan yang penuh dengan kedamaian dan tanpa kekurangan sesuatu apapun. Dalam mencapai hal itu berbagai cara akan dilakukan, bahkan ada cara yang tidak sehat dan tidak sesuai dengan kehendak Allah. unutk penuhan kebutuhan itu, tentu ada persaingan dan dengan persaingan itu akan terjadi konflik dan pertentangan, pemahaman perbedaan pendapat dan ingin menonjolkan diri untuk lebih dianggap sebagai orang yang lebih kuat dan yang mampu. Dengan adanya pertentangan memunculkan perlawanan baik antar pribadi, suku maupun bangsa. Perlawanan yang besar iut akan menimbulkan perang.
Bangsa Israel adalah bangsa kesayangan Allah, bangsa yang dijanjikan Allah kepada Abraham untuk mendapatkan berkat dan mengutuk orang-orang yang mengutuki mereka. Bangsa Israel sering melupakan Allah dan tidak mengandalkan kekuatanNya, oleh karena itu bangsa Israel dijajah dan diperbudak oleh bangsa lain. dan setelah mereka mengalami kekalahan dan tidak bisa berkutik lagi disinilah mereka meminta pertolongan kepada Allah. Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, ketika bangsa Israel mengakui dosa-dosanya Ia membantu dan menolong bangsa Israel.
Demikian juga dengan kita didalam kehidupan ini sering sekali untuk mendapatkan apa yang kita inginkan kita bersaing tidak sesuai dengan kehendak Allah. Untuk memperoleh kekayaan banyak orang yang melakukan penindasan kepada rakyat misalnya dengan melakukan korupsi. Unutk mendapat jabatan yang tinggi banyak orang menyongok dengan uang dan melakukan nepotisme. Dan untuk mendapat hidup damai banyak orang rela mengorbankan agamanya agar ia diterima dalam perusahaan yang membutuhkan. Dan masih banyak cara lain yang dilakukan unutk mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan semuanya tak seorangpun yang mengingat bahwa ada kuasa yang lebih besar yang mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh manusia. Ketika kebutuhan itu tidak bisa dipenuhi kita mencoba mencari jalan lain. Dan pada saat kita terjatuh dan tidak mampu untuk berdiri lagi, disitulah kita mencari Allah dan meminta pertolongan kepsdaNya.
Allah adalah Maha Pengasih, panjang sabar dan murah hati. Setiap orang yang mengaku dosanya dihadapan Allah akan diampuniNya dan akan diberiNya berkat kepada setiap orang yang meminta kepadaNya. Oleh karena itu hendaklah kita tetap berpengang teguh kepada Allah dan mengandalkan Dia dalam setiap tugas dan aktifitas kita. Jika kita ingin hidup damai hendaklah kita hidup damai dalam Allah, bekerja di dalam Allah dan berperang di dalam Allah.

Kesimpulan
Perang adalah perlawanan yang dilakukan antar bangsa atau antar negara. Perang didalam PL bisa bersifat negatif dan lebih banyak bersifat positif sebab diblaik kejadian itu atau perang ada sesuatu kuasa Allah yang ditunjukkannya kepada bangsa kesayanganNya. Dalam setiap perang Allah memberi hukuman kepada bangsa yang bersalah dan menolong mereka yang tertindas. Dalam hal perang pada PL Allah juga menunjukkan kesetiaanNya, keadilanNya dan kemaha-kuasaanNya.

Daftar Pustaka
….., Alkitab, Jakarta: LAI, 2002
…., Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II (M-Z), Jakarta: YKBK/OMF, 1998
Blair, J. Hugh., Tafsiran Alkitab Masa Kini, Jakarta: YKBK/OMF, 1987
Bloomendal, J., Pengantar Kepda PL I, Jakarta: BPK-GM, 1990
Bruce, F. F., Tafsiran Alkitab nasa Kini, Jakarta: BPK-GM, 1992
Christoper Danes & Simon, Masalah-masalah Moral Sosial dan Aktual, Yogyakarta: Kanisius, 2004
Gering, M. Howard, Kamus Alkitab, Jakarta: Yayasan Perkabaran Injil, 1994
Hanson Paul (art.), War, Peace & Justice Intensifikas Early Israel, Bible Review: Fall, 1987
Kusnant Anggoroo, Hubungan Sipil dan Militer, Yogyakarta: PSKP-UGM, 2002
Lasor, W. S., Pengantar Perjanjian Lama I, Jakarta: BPK-GM, 1993
Link, Millarde., Yahweh is a wariror, Scotdale: Herald Press, 1980
Payne, J. P., Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, Jakarta: YKBK/OMF, 1995
Poerwardarminta, KBBI, Jakarta: Balai Pustaka, 1976
Rothlisberger, Tafsiran Alkitab I- II Samuel, Jakarta: BPK-GM, 1983
Sayogya, Subagyo,Ensiklopedi Nasional Indonesia PER-PY, Jakarta: Delta Pamungkas, 1997
Wood John, (art.), Perspective On War Intensifikasi The Bible, Macon: Mercer University Press, 1998
http://www. Google, Yongki Karman, Perang Dalam PL
http://www.sefridasaragih@gmail.com
________________________________________
[1] Poerwardarminta, KBBI, Jakarta: Balai Pustaka, 1976, hlm. 735
[2] Anggoro Kusnanto, Hubungan Sipil dan Militer, Yogyakarta: PSKP-UGM, 2002, hlm. 7
[3] Subagyo Sayogya, Ensiklopedi Nasional Indonesia PER-PY, Jakarta: Delta Pamungkas, 1997, hlm. 30-31
[4] …., Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II (M-Z), Jakarta: YKBK/OMF, 1998, hlm. 237
[5] Simon & Christoper Danes, Masalah-masalah Moral Sosial dan Aktual, Yogyakarta: Kanisius, 2004, hlm. 171
[6] Paul Hanson, (art.), War, Peace & Justice Intensifikas Early Israel, Bible Review: Fall, 1987, p. 45
[7] John Wood, (art.), Perspective On War Intensifikasi The Bible, Macon: Mercer University Press, 1998, p. 170-171
[8] Howard, M. Gering, Kamus Alkitab, Jakarta: Yayasan Perkabaran Injil, 1994, hlm. 109
[9] http://www. Google, Yongki Karman, Perang Dalam PL
[10] Ibid, Yongki Karman.
[11] W. S. Lasor, Pengantar Perjanjian Lama I, Jakarta: BPK-GM, 1993, hlm. 280
[12] J. Bloomendal, Pengantar Kepda PL I, Jaarta: BPK-GM, 1990, hlm. 68
[13] Millarde. Link, Yahweh is a wariror, Scotdale: Herald Press, 1980, hlm. 82
[14] W. S. Lasor, Op. Cit, hlm. 281
[15] Hugh. J. Blair, Tafsiran Alkitab Masa Kini, Jakarta: YKBK/OMF, 1987, hlm. 363-364
[16] Millard, Op. Cit, hlm. 18
[17] W. S. Lasor, Op. Cit, hlm. 299
[18] J. P. Payne, Ensiklopedi Alkitab Masa Kin, Jakarta: YKBK/OMF, 1995, hlm. 354
[19] W. S. Lasor, Op. Cit, hlm. 301
[20] F. F. Bruce, Tafsiran Alkitab nasa Kini, jakarta: BPK-GM, 1992, hlm. 242.
[21] W. S. Lasor, Op. Cit, hlm. 333
[22] Rothlisberger, Tafsiran Alkitab I- II Samuel, Jakarta: BPK-GM, 1983, hlm. 86

Iklan