Minggu ini, 26 April 2009, sesuai dengan tanggal gerejawi adalah minggu dscn2385MISERICORDIAS DOMINI, yang artinya Nyanyikanlah Kasih Karunia Tuhan.
Pada minggu lalu, di minggu quisimodogeniti, Tuhan Yesus memberikan pernyataan berupa pertanyaan tentang isi hati Simon terhadapNya. Bahkan hal tersebut diutarakan sampai tiga kali, yakni tentang bagaiman Simon Petrus ddiberikan tanggungjawab untuk menggembalakan doma-dombanya. Peru kita ketahui bahwa si daerah Israel sejak dahulu para penggembala menggembalakan domba dengan beridir dan berjalan di depan gembalaannya. Bukan seperti di Indonesia yang malah berjalan di belakang gembalaannya.
Pada minggu ini, perikop di Mika 7 ayat 14-20 menekankan tentang apa yang harus dilakukan dalam penggembalaan.
Berikut dalam bahasa Indonesia sehari-hari :
14 Ya TUHAN, gembalakanlah umat-Mu, umat pilihan-Mu. Mereka tinggal terpencil di hutan rimba, di tengah tanah yang subur. Biarlah mereka mendapat makanan di padang rumput Basan dan di Gilead seperti di zaman dahulu.
15 Buatlah keajaiban untuk kami, ya TUHAN, seperti yang Kaulakukan dahulu ketika Engkau membawa kami keluar dari Mesir.
16 Bangsa-bangsa akan melihat hal itu dan menjadi malu karena menyadari bahwa segala kekuatan mereka tidak berarti apa-apa. Mereka akan kehilangan akal sehingga tak dapat bicara atau mendengar.
17 Mereka akan merangkak di tanah seperti ular. Dengan takut dan gemetar mereka akan keluar dari pertahanan mereka, lalu datang kepada-Mu, ya TUHAN Allah kami.
18 Tak ada Allah seperti Engkau, ya TUHAN, yang mengampuni dosa umat pilihan-Mu yang tersisa. Tidak untuk selamanya Engkau marah; sebaliknya, Engkau senang menunjukkan cinta-Mu yang tak terbatas itu.
19 Engkau akan berbelaskasihan lagi kepada kami dan mengampuni kami. Dosa-dosa kami akan Kaupijak-pijak dan Kaulemparkan ke dasar laut!
20 Kepada umat-Mu, keturunan Abraham dan Yakub, Engkau akan menunjukkan kesetiaan-Mu dan cinta-Mu yang tak terbatas itu seperti yang Kaujanjikan kepada leluhur kami dahulu kala.

Di Epistel pada 1 Petrus 5:1-5 lebih menerangkan tentang konsep penggembalaan tersebut. Berikut dalam bahasa Indonesia sehari-hari :

1 Saya minta perhatian para pemimpin jemaatmu. Saya menulis ini sebagai rekan pemimpin dan sebagai orang yang sudah menyaksikan sendiri penderitaan Kristus, dan yang akan turut juga diagungkan, apabila keagungan Kristus diperlihatkan kepada manusia. Saya minta dengan sangat
2 supaya kalian menggembalakan kawanan domba yang diserahkan Allah kepadamu. Gembalakanlah mereka dengan senang hati sebagaimana yang diinginkan oleh Allah, dan janganlah dengan berat hati. Janganlah pula melakukan pekerjaanmu guna mendapat keuntungan, melainkan karena kalian sungguh-sungguh ingin melayani.
3 Janganlah bertindak sebagai penguasa terhadap mereka yang dipercayakan kepadamu, melainkan jadilah teladan untuk mereka.
4 Dan pada waktu Gembala Agung itu datang nanti, kalian akan menerima mahkota yang gemilang, yang tidak akan pudar kegemilangannya.
5 Begitu juga Saudara, orang-orang muda. Tunduklah kepada orang-orang yang tua. Saudara semuanya harus merendahkan diri dan saling melayani dengan rendah hati. Sebab dalam Alkitab tertulis begini, ”Allah menentang orang yang sombong, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Dirincikan bahwa para penggembala kawanan domba Allah adalah :
1. Bekerja tidak dalam suasana keterpaksanaan
2. Melayani dengan sukarela
3. Tidak mencari keuntungan
4. Penuh dalam rasa pengabdian diri seutuhnya
5. Tidak menggunakan sistem atasan bawahan/bos – anak buah
6. Menjadi Teladan

Sudahkan kita melihat hal-hal tersebut ada di dalam diri kita?
Kalau belum, inilah saatnya…….

Iklan