Merupakan rangkaian keseluruhan dari hari pertama sampai terakhr dan telah disampaikan ke redaksi Sioban barita untuk dimuat di edisi terdekat, sebelum ada gunting sensor dari dewan redaksi :

KONGRES VII PERSEKUTUAN NAPOSOBULUNG GKPA 2009

Pendahuluan
Berlangsung tangal 01 s/d 04 Oktober 2009, Kongres kali ini adalah kongres persekutuan Naposobulung yang ketujuh kalinya dilaksanakan oleh Synode GKPA. Kongres Persekutuan Naposobulung GKPA (Kongres Naposobulung) VII tahun 2009, sesuai dengan Tata Kerja dan Tata Laksana Persekutuan Naposobulung Bab IX tentang Kongres pasal 1 adalah Permusyawaratan dan Persekutuan semua anggota Naposobulung GKPA yang diwakili oleh peserta sesuai dengan jumlah yang ditentukan untuk bermusyawarah dan mengambil keputusan demi terwujudnya maksud .

Peserta Kongres (point 9) adalah :
a. Unsur naposobulung resort 5 (lima) orang
b. Utusan Pengurus Distrik 2 (dua) orang
c. Peninjau 1(satu) orang setiap resort
d. Pengurus Pusat Persekutuan Naposobulung GKPA
e. Pendeta Resort sebagai Narasumber
f. Undangan
g. Pucuk Pimpnan dan Biro III GKPA

Sehingga dari 27 Resort + 2 resort Persiapan GKPA diperkirakan peserta persidangan kongres yang adalah 145 (seratus empat puluh lima) orang.
Pembukaan Kongres VII PN GKPA & Hari I
Kongres VII Persekutuan Naposobulung GKPA resmi dibuka oleh Pucuk Pimpinan GKPA, Pdt. AL Hutasoit, MA pada hari Kamis 01 Oktober 2009. Setelah dimulai dengan ibadah pembukaan yang dibawakan oleh Pdt. RSN Harahap, MTh selanjutnya beberapa kata sambutan. oleh Ketua Panitia sebagai laporan awal atas kegiatan ini. Panitia melaporkan bahwa sampai pukul 14.00 peserta yang sudah mendaftar ke meja panitia sebanyak 184 orang dari 21 resort. Selanjutnya oleh ketum P3N 2004-2009, John Feber Simatupang, SPd, ketua BKAG Kota Padangsidimpuan, Sahat Tua Sinaga, Walikota Padangsidimpuan yang diwakili Kadispora Kota Padangsidimpuan, dan terakhir oleh Ephorus Pdt. AL Hutasoit, MA.
Pembukaan ini juga diwarnai dengan pertunjukan tarian Angkola oleh naposobulung GKPA Jl Teuku Umar. Sebelum memasuki gedung pembukaan, seluruh peserta per resort disambut oleh Pucuk Pimpinan melalui Biro III, P3N GKPA dan panitia di halaman kantor pusat dengan membawa pataka masing-masing resort.
Setelah rangkaian pembukaan, dilanjutkan dengan kegiatan ceramah yang dibawakan oleh Amang Ephorus dengan topik Thema GKPA dalam Peranannya dalam kehidupan pemuda GKPA.. Dimoderasi oleh Ketua P3N, kegiatan ini berlangsung sampai pukul 18.00, yang dilanjutkan dengan istirahat dan mandi serta makan malam.
Pukul 20.00, setelah pengantar pra kongres oleh pimpinan sidang sementara oleh ketua umum dan sekretaris umum, maka setelah rollcall, dan telah memenuhi syarat untuk dimulainya persidangan maka persidangan kongres dapat dimulai, dengan dipilihnya Pimpinan Sidang yang menetapkan Pengesahan Kongres, Jadwal Acara dan Tata Tertib Kongres, selanjutnya mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat, yang berakhir pukul 23.00 Wib.
Selanjutnya seluruh peserta kembali ke tempat masing-masing untuk beristirahat dan mempersiapan pandangan umum tentang laporan pertanggungjawaban dari P3N masa bakti 2004-2009.
Hari II KongresVII PN GKPA 2009
Hari II kongres dimulai dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Tumpal Lubis, Sth, pendeta yang bertugas di parlagutan Sibolga resort Batang Toru. Setelah rangkaian ibadah pagi selesai dilanjutkan dengan ceramah yang dibawakan oleh salah seorang mantan Ketua Umum dan Sekretaris Umum P3N GKPA pada era 80 an, yakni Kakanda Drs. Parsaulian Tambunan, MPd. Dengan penyampaian berdasarkan pengalaman empiris selaku mantan naposobulung di berbagai wilayah, tentunya apa yang disampaikan oleh kakanda yang satu ini dapat memberikan motivasi bagi seluruh pemuda yang hadir.
Pada kesempatan tersebut, narasumber menyatakan kesediaannya untuk memberikan dana awal untuk operasional Pengurus Pusat 2009-2014 sebanyak Rp. 5.000.000,00 . Yang diharapkan akan memberi semangat yag lebih untuk melayani bagi pengurus yang baru. Narasumber juga berkenan untuk memberikan uang pembinaan bagi pemenang terbaik I s/d V dengan total Rp. 1.000.000 dan seluruh piala sebanyak Rp. 1.000.000,00
Setelah penyampaian ceramah, dilanjutkan dengan persidangan untuk mendengarkan pandangan umum dari resort-resort terhadap laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat. Pada dasarnya resort-resrt yang menyampaikan pandangan umum menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan dilanjutkan dengan sidang komisi s/d pukul 15.00. Setelah sidang komisi dilanjutkan dengan pleno hasil seluruh komisi dan berakhir pukul 19.00.
Setelah istirahat makan malam dilanjutkan dengan kegiatan pendamping kongres yakni penyisihan pertandingan tenis meja dan CTA yang dilaksanakan di gedung gereja GKPA Teuku Umar, sampai pukul 23.00.
Hari III KongresVII PN GKPA
Hari Sabtu, merupakan hari ke tiga dari 4 hari rangkaian pelaksanaan kongres naposobulung. Semenjak pagi, beberapa rombongan kecil yang khusus datang untuk mengikuti kegiatan pendamping kongres yakni Festival Vokal group mulai berdatangan, seperti dari Medan Barat, Sipirok dan beberap resort lainnya.
Dimulai dengan sessi ceramah yang dibawakan oleh Eliakim Sitorus, MSi, JPIC Consultant of UEM Regional Asia, kegiatan ini sungguh mendapat respon dari sebagian besar peserta karena banyaknya hal-hal baru yang muncul dan membawa pencerahan bagi peserta. Karena topik yang dibawakan oleh narasumber cukup membuka mata, yakni mengenai kekerasan dalam kehidupan khusunya dari sudut pandang pemuda gereja. Banyak hal yang selama ini tabu untuk disampaikan di depan khalayak ramai dapat dibuak secara gamblang dan memang harus disampaikan supaya pada akhirnya tidak salah kaprah dan memberikan dampak yang tidak bagus di kemudian hari.
Setelah rangkaian ceramah dilanjutkan dengan final CTA dan tenis meja dan pada siang hari, selepas makan siang diadakan festival Vokal group. Festival yang diikuti oleh 15 resort berlangsung meriah. Dengan 3 dewan juri yakni Suryadi Siregar, Ibu Hutauruk pemerhati/guru seni di kota Padangsidimpuan, dan Ibu dari Departemen Musik Gerejawi Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung, seluruh peserta mencoba memberikan penampilan terbaiknya. Berakhir pukul 18.00 kegiatan ini mendapat respon yang tinggi baik dari peserta maupun penonton yang khusus datang untuk melihat festival ini. Pada kegiatan ini Panitia dan seluruh peserta kongres berinisiatif mengumpulkan persembahan sebagai wujud kepedulian terhadap saudara kita yang terkena korban gempa di Sumatra Barat dengan dana terkumpul sebanyak Rp. 680.000,00 yang disampaikan ke Kantor Pusat untuk teknis penyalurannya.
Setelah istirahat makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan Pengurus Pusat periode yang baru. dimulai dengan rollcall untuk menentukan sahnya persidangan, pemilihan penanggung jawab diikuti oleh 103 peserta yang mempunyai hak suara dari 25 resort yang hadir. Seluruh peserta yang mempunyai hak suara pada malam itu wajib duduk tertib tidak meninggalkan arena persidangan sebelum selesai.
Pada bagian pemilihan Ketua Umum muncul 3 nama dari resort -resort, yakni Kenndey Lubis dari Tano Tombangan, David H. Ritonga dari resort Bungabondar dan Ezra E. Nainggolan dari resort PSP Timur.
Setelah melakukan verifikasi atas bakal calon tersebut, sdr. Kenndey Lubis harus terdegradasi karena tidak memenuhi kriteria pencalonan karena tidak didukung sedikitnya oleh 3 resort yang hadir. Sedangkan 2 orang lagi maju untuk dipilih oleh Kongres VII sebagai Ketua Umum.
Melalui pemilihan dengan sistem satu peserta satu suara, maka terpilih Ezra E. Nainggolan, SE sebagai Ketua Umum periode 2009-2014.
Pada pemilihan Sekretaris Umum, melalui penjaringan bakal calon muncul 4 nama yakni Irma Hasibuan dari resort Padang Bolak, Heppy Siregar dari PSP Timur, Johanes Haisbuan dari Pematang Siantar dan david. H. Ritonga dari Resort Bungabondar. Setelah diadakan penelitian atas bakal calon, terpilih rekan Johanes Hasibuan dan David Hamonangan Ritonga untuk periode 2009-2014 sebagai calon Sekretaris Umum. Sesuai mekanisme dalam Kriteria dan Sistem Pemilihan , maka calon yang gugur dalam pemilihan ketua umum dapat dicalonkan sebagai sekretaris umum. Dan akhirnya terpilih David. H. Ritonga sebagai Sekretaris Umum masa bakti 2009-2014.
Seiring dengan berakhirnya kegiatan pemilihan penanggung jawab, dan diangkatnya team formateur menentukan posisi wakil ketua, wakil sekretaris dan bendahara, berakhir pula rangkaian persidangan kongres VII PN GKPA 2009, dengan diketuknya palu sidang sebanyak 3 kali oleh pimpinan sidang.
Kemudian ditutup pukul 00.30 Minggu dinihari dengan Ibadah perjamuan kudus yang dibawakan oleh Pdt. Darwin Butarbutar, STh dan Pdt. R. Siregar, MMin yang diikuti oleh 134 peserta. Yang istimewa dalam ibadah ini, kolekte yang terkumpul disampaikan ke Pengurus baru sebagai dana awal kepengurusan sebanyak Rp. 422.000,00
Hari IV Kongres VII PN GKPA 2009
Minggu. 04 Oktober 2009, setelah lelah bersidang dan diakhiri dengan perjamuan kudus dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan oleh sekitar 134 orang yang mengikuti ibadah perjamuan kudus pada jam 01.00 Minggu dinihari, tibalah saatnya hari bersejarah dalam kehidupan napasobulung GKPA.
Dirangkai dalam ibadah Minggu siang di GKPA Teuku Umar, dengan pengkhotbah Praeses Distrik I Angkola Mandailing, Pdt. L. Pasaribu, STh, kebaktian tersebut diikuti oleh seluruh peserta kongres, sehingga kapasitas gereja sendiri tidak mencukupi untuk seluruh jemaat. Setelah khotbah lalu dilanjutkan dengan pelantikan P3N yang baru, setelah sebelumnya dibacakan SK pemberhentian pengurus pusat yang lama yang dilakukan Pucuk Pimpinan yang diwakili oleh Praeses Distrik I. Terpilih P3N yang baru :
Ketua Umum : Ezra Ervinawati Nainggolan, SE (Res. PSP Timur)
Wk. Ketua Umum : Asnawi Krismastopo Harahap (Res. Medan Timur)
Sekretaris Umum : David Hamonangan Ritonga (Resort Bungabondar)
Wk. sekretaris Umum : Matur Parsaulian Hasibuan (Resort PSP Timur)
Bendahara : Rumianna Siregar (Resort Hutaraja)
Setelah ibadah selesai, seluruh jemaat dan peserta kongres menyalami Pengurus Pusat yang baru, dan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama.
Pukul 14.00 rangkaian acara penutupan dilanjutkan di lt III Kantor Pusat dengan ibadah nyanyian dan doa yang dibawakan oleh Pdt. D. Butarbutar, STh. Seterusnya laporan ketua panitia pelaksana yang menyampaikan bahwa sampai hari terakhir jumlah peserta yang hadir dalam kongres ini adalah berjumlah 317 orang dari 25 resort yang berpartisipasi. Panitia juga berterimaksih kepada seluruh stakeholder kegiatan ini, pihak-pihak yang mendukung dalam dana maupun material, seperti Dinas Pemuda dan olahraga untuk pengadaan meja tenis meja, PT.PLN cab. Padangsidimpuan, PT. Agincourt dan piahk lainnya serta dukungan dari Komisi Pemuda PGI W Sumatra Utara, DPP GAMKI-Ir. Gabarel Sinaga, DPD GAMKI Sumut-Ir. Ronald Naibaho, dan seluruh partisipan kegiatan ini.
Dalam laporan tersebut juga disampaikan langsung bantuan yang dikumpulkan oleh kongres untuk koban bencana alam di Sumatra Barat melalui Kantor Pusat dan dana awal kepengurusan yang baru yang merupakan hasil kolekte perjamuan kudus .
Selanjutnya kata sambutan oleh P3N yang lama, P3N yang baru, mewakili peserta yakni Sabat H Siregar dari Medan Timur, dan dilanjutkan dengan arahan dan bimbingan dari ka.Biro III, Pdt. Joseph P. Matondang, MTh.
Acara yang dibawakan oleh Elvida Sianturi, AMd yang merupakan Bendahara Umum kongres dilanjutkan dengan pembacaan pemenang lomba CTA yakni , Tenis meja dan Festival Vokal Group. Berikut nama-nama resort yang berhasil mendapatkan nilai terbaik dalam kegiatan perlombaan :
1. Tenis Meja Tunggal Putra
Juara I : Resort Jkt I
Juara II : Resort Dumai
Juara III : Resort PSP Timur
2. Tenis Meja ganda Putra
Juara I : Resort Dumai
Juara II : Resort PSP Timur
Juara III : Resort Torsimincak
3. CTA
Juara I : Resort PSP Timur
Juara II : Resort Dumai
Juara III : Resort Pekanbaru
4. Festival Vokal Group
Terbaik I : Resort Medan Barat
Terbaik II : Resort Pekanbaru
Terbaik III : Resort PSP Timur
Terbaik IV : Resort Pangkalan Brandan
Terbaik V : Resort Medan Timur
Dan selanjutnya ditutup secara resmi dengan pemukulan gong oleh Pucuk Pimpinan yang diwakili Praeses Distrik I, Pdt. L. Pasaribu, STh.
Penutup
Banyak sudah hal yang telah dibahas oleh Kongres kali ini. Dengan garis besar program pelayanan PN GKPA pada 2009-2014 yakni Penguatan Konsolidasi Organisasi naposobulung GKPA melalui peningkatan spiritualitas dan kualitas anggota naposobulung, serta penguatan aksi partisipatif organisasi terhadap gereja ,lingkungan dan masyarkat, tentunya menjadi motivasi dasar bersama untuk kembali mengayunkan langkah melanjutkan pelayanan di tengah-tengah gereja.

Tentunya menjadi harapan kita bersama, bahwa semangat kongres, menjadi semangat yang terus digelorakan dalam setiap sendi-sendi kehidupan organisasi naposobulung GKPA, dalam setiap perjumpaan dengan sesama naposo dan warga gereja.

Meskipun tidak dihadiri oleh satu pun Pucuk Pimpinan GKPA dalam hari pelantikan, karena skala prioritas pekerjaan Pucuk Pimpinan yang mungkin melihat organisasi ini nomor sekian dari apa yang harus dikerjakan, tetapi hendaknya hal tersebut semakin memberikan spirit bagi naposo GKPA untuk tetap memberikan yang terbaik bagi pekerjaan TUHAN, dalam situasi dan kondisi apapun.

Mari gelorakan semangat untuk Bergiatlah Selalu Dalam Pekerjaan TUHAN !!!

Iklan